Sunday, May 22, 2005

Syahid , Umbu , Rima , Agus , Riri ( Pacarnya Umbu ) en ? nggak tahu yg satu laginya siapa ? Posted by Hello
SEIN Familly Day 2005 Posted by Hello

Wednesday, May 18, 2005

Virus Polio

From Wikipedia (Free ensiklopedia-red) of Indonesia..
http://id.wikipedia.org/wiki/Polio

Klasifikasi virus
Golongan:Golongan IV ((+)ssRNA)
Keluarga: Picornaviridae
Marga: Enterovirus

Spesies:Poliovirus
Poliomyelitis atau polio, adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis).
1 Etimologi
2 Sejarah
3 Apakah polio itu?
4 Jenis Polio
4.1 Polio non-paralisis4.2 Polio paralisis spinal4.3 Polio bulbar
5 Anak-anak dan polio
6 Vaksin efektif pertama
7 Usaha pemberantasan polio
8 Pranala luar

Etimologi
Kata polio berasal dari bahasa Yunani πολιομυελίτις, atau bentuknya yang lebih mutakhir πολιομυελίτιδα, dari πολιός "abu-abu" dan μυελός- "bercak".
Sejarah
Polio sudah dikenal sejak zaman pra-sejarah. Lukisan dinding di kuil-kuil Mesir kuno menggambarkan orang-orang sehat dengan kaki layuh yang berjalan dengan tongkat. Kaisar Romawi Claudius terserang polio ketika masih kanak-kanak dan menjadi pincang seumur hidupnya.
Virus polio menyerang tanpa peringatan, merusak sistem saraf menimbulkan kelumpuhan permanen, biasanya pada kaki. Sejumlah besar penderita meninggal karena tidak dapat menggerakkan otot pernapasan. Ketika polio menyerang Amerika selama dasawarsa seusai Perang Dunia II, penyakit itu disebut ‘momok semua orang tua’, karena menjangkiti anak-anak terutama yang berumur di bawah lima tahun. Di sana para orang tua tidak membiarkan anak mereka keluar rumah, gedung-gedung bioskop dikunci, kolam renang, sekolah dan bahkan gereja tutup.

Apakah polio itu?
Polia adalah penyakit menular yang dikategorikan sebagai penyakit peradaban. Polio menular melalui kontak antarmanusia. Virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut ketika seseorang memakan makanan atau minuman yang terkontaminasi feses. Poliovirus adalah virus RNA kecil yang terdiri atas tiga strain berbeda dan amat menular. Virus akan menyerang sistem saraf dan kelumpuhan dapat terjadi dalam hitungan jam. Polio menyerang tanpa mengenal usia, lima puluh persen kasus terjadi pada anak berusia antara 3 hingga 5 tahun. Masa inkubasi polio dari gejala pertama berkisar dari 3 hingga 35 hari.
Polio dapat menyebar luas diam-diam karena sebagian besar penderita yang terinfeksi poliovirus tidak memiliki gejala sehingga tidak tahu kalau mereka sendiri sedang terjangkit. Setelah seseorang terkena infeksi, virus akan keluar melalui feses selama beberapa minggu dan saat itulah dapat terjadi penularan virus.

Jenis Polio
Polio non-paralisis
Polio non-paralisis menyebabkan demam, muntah, sakit perut, lesu, dan sensitif. Terjadi kram otot pada leher dan punggung, otot terasa lembek jika disentuh.
Polio paralisis spinal
Strain poliovirus ini menyerang saraf tulang belakang, menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Meskipun strain ini dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, kurang dari satu penderita dari 200 penderita akan mengalami kelumpuhan. Kelumpuhan paling sering ditemukan terjadi pada kaki. Setelah poliovirus menyerang usus, virus ini akan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus dan diangkut seluruh tubuh. Poliovirus menyerang saraf tulang belakang dan neuron motor -- yang mengontrol gerak fisik. Pada periode inilah muncul gejala seperti flu. Namun, pada penderita yang tidak memiliki kekebalan atau belum divaksinasi, virus ini biasanya akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak. Infeksi ini akan mempengaruhi sistem saraf pusat -- menyebar sepanjang serabut saraf. Seiring dengan berkembang biaknya virus dalam sistem saraf pusat, virus akan menghancurkan neuron motor. Neuron motor tidak memiliki kemampuan regenerasi dan otot yang berhubungan dengannya tidak akan bereaksi terhadap perintah dari sistem saraf pusat. Kelumpuhan pada kaki menyebabkan tungkai menjadi lemas -- kondisi ini disebut acute flaccid paralysis (AFP). Infeksi parah pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan kelumpuhan pada batang tubuh dan otot pada toraks (dada) dan abdomen (perut), disebut quadriplegia.

Polio bulbar
Polio jenis ini disebabkan oleh tidak adanya kekebalan alami sehingga batang otak ikut terserang. Batang otak mengandung neuron motor yang mengatur pernapasan dan saraf kranial, yang mengirim sinyal ke berbagai otot yang mengontrol pergerakan bola mata; saraf trigeminal dan saraf muka yang berhubungan dengan pipi, kelenjar air mata, gusi, dan otot muka; saraf auditori yang mengatur pendengaran; saraf glossofaringeal yang membantu proses menelan dan berbgai fungsi di kerongkongan; pergerakan lidah dan rasa; dan saraf yang mengirim sinyal ke jantung, usus, paru-paru, dan saraf tambahan yang mengatur pergerakan leher.
Tanpa alat bantu pernapasan, polio bulbar dapat menyebabkan kematian. Lima hingga sepuluh persen penderta yang menderita polio bulbar akan meninggal ketika otot pernapasan mereka tidak dapat bekerja. Kematian biasanya terjadi setelah terjadi kerusakan pada saraf kranial yang bertugas mengirim 'perintah bernapas' ke paru-paru. Penderita juga dapat meninggal karena kerusakan pada fungsi penelanan; korban dapat 'tenggelam' dalam sekresinya sendiri kecuali dilakukan penyedotan atau diberi perlakuan trakeostomi untuk menyedot cairan yang disekresikan sebelum masuk ke dalam paru-paru. Namun trakesotomi juga sulit dilakukan apabila penderita telah menggunakan 'paru-paru besi' (iron lung). Alat ini membantu paru-paru yang lemah dengan cara menambah dan mengurangi tekanan udara di dalam tabung. Kalau tekanan udara ditambah, paru-paru akan mengempis, kalau tekanan udara dikurangi, paru-paru akan mengembang. Dengan demikian udara terpompa keluar masuk paru-paru. Infeksi yang jauh lebih parah pada otak dapat menyebabkan koma dan kematian.
Tingkat kematian karena polio bulbar berkisar 25-75% tergantung usia penderita. Hingga saat ini, mereka yang bertahan hidup dari polio jenis ini harus hidup dengan paru-paru besi atau alat bantu pernapasan. Polio bulbar dan spinal sering menyerang bersamaan dan merupakan sub kelas dari polio paralisis. Polio paralisis tidak bersifat permanen. Penderita yang sembuh dapat memiliki fungsi tubuh yang mendekati normal.
Anak-anak dan polio
Anak-anak kecil yang terkena polio seringkali hanya mengalami gejala ringan dan menjadi kebal terhadap polio. Karenanya, penduduk di daerah yang memiliki sanitasi baik justru menjadi lebih rentan terhadap polio karena tidak menderita polio ketika masih kecil. Vaksinasi pada saat balita akan sangat membantu pencegahan polio di masa depan karena polio menjadi lebih berbahaya jika diderita oleh orang dewasa. Orang yang telah menderita polio bukan tidak mungkin akan mengalami gejala tambahan di masa depan seperti layuh otot; gejala ini disebut sindrom post-polio.
Vaksin efektif pertama
Vaksin efektif pertama dikembangkan oleh Jonas Salk. Salk menolak untuk mematenkan vaksin ini karena menurutnya vaksin ini milik semua orang seperti halnya sinar matahari. Namun vaksin yang digunakan untuk inokulasi masal adalah vaksin yang dikembangkan oleh Albert Sabin. Inokulasi pencegahan polio anak untuk pertama kalinya diselenggarakan di Pittsburgh, Pennsylvania pada 23 Februari 1954. Polio hilang di Amerika pada tahun 1979.
Usaha pemberantasan polio
Pada tahun 1938, Presiden Roosevelt mendirikan Yayasan Nasional Bagi Kelumpuhan Anak-Anak, yang bertujuan menemukan pencegah polio, dan merawat mereka yang sudah terjangkit. Yayasan itu membentuk March of Dimes. Ibu-ibu melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, anak-anak membantu melakukan sesuatu untuk orang lain, bioskop memasang iklan, semuanya bertujuan minta bantuan satu dime, atau sepuluh sen. Dana yang masuk waktu itu digunakan untuk membiayai penelitian Dokter Jonas Salk yang menghasilkan vaksin efektif pertama. Tahun 1952, di Amerika terdapat 58 ribu kasus polio. Tahun 1955 vaksin Salk mulai digunakan. Tahun 1963, setelah puluhan juta anak divaksin, di Amerika hanya ada 396 kasus polio.
Pada tahun 1955, Presiden Dwight Eisenhower mengumumkan bahwa Amerika akan mengajarkan kepada negara-negara lain cara membuat vaksin polio. Informasi ini diberikan secara gratis, kepada 75 negara, termasuk Uni Soviet.
Tahun 1988, Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO mensahkan resolusi untuk menghapus polio sebelum tahun 2000. Pada saat itu masih terdapat sekitar 350 ribu kasus polio di seluruh dunia. Meskipun pada tahun 2000, polio belum terbasmi, tetapi jumlah kasusnya telah berkurang hingga di bawah 500. Polio tidak ada lagi di Asia Timur, Amerika Latin, Timur Tengah atau Eropa, tetapi masih terdapat di Nigeria, dan sejumlah kecil di India dan Pakistan. India telah melakukan usaha pemberantasan polio yang cukup sukses. Sedangkan di Nigeria, penyakit ini masih terus berjangkit karena pemerintah yang berkuasa mencurigai vaksin polio yang diberikan dapat mengurangi fertilitas dan menyebarkan HIV. Tahun 2004, pemerintah Nigeria meminta WHO untuk melakukan vaksinasi lagi setelah penyakit polio kembali menyebar ke seluruh Nigeria dan 10 negara tetangganya. Konflik internal dan perang saudara di Sudan dan Pantai Gading juga mempersulit pemberian vaksin polio.
Meskipun banyak usaha telah dilakukan, pada tahun 2004 angka infeksi polio meningkat dari 1.185 di 17 negara dari 784 di 15 negara pada tahun 2003. Sebagian penderita berada di Asia dan 1.037 ada di Afrika. Nigeria memiliki 763 penderita, India 129, dan Sudan 112.
Pada 5 Mei 2005, dilaporkan terjadi ledakan infeksi polio di Sukabumi akibat strain virus yang menyebabkan wabah di Nigeria. Virus ini diperkirakan terbawa dari Nigeria ke Arab dan sampai ke Indonesia melalui tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Arab atau orang yang bepergian ke Arab untuk haji atau hal lainnya.


Polio Impor di SukabumiSenin, 09 Mei 2005 16:53 WIB
http://www.tempointeraktif.com/hg/grafis/2005/05/09/grf,20050509-01,id.html

CARA PENULARAN POLIOPolio disebabkan virus poliomyelitis. Satu dari 200 infeksi berkembang menjadi kelumpuhan. Sebanyak 5-10 persen pasien lumpuh meninggal ketika otot-otot pernapasannya menjadi lumpuh. Kebanyakan menyerang anak-anak di bawah umur tiga tahun (lebih dari 50 persen kasus), tapi dapat juga menyerang orang dewasa. Pencegahan dengan vaksinasi secara berkala, idealnya pada masa kanak-kanak.
PENULARANA Virus masuk ke tubuh melalui mulut, bisa dari makanan atau air yang tercemar virus.B Virus ditemui di kerongkongan dan memperbanyak dirinya di dalam usus.C Menyerang sel-sel saraf yang mengendalikan otot, termasuk otot yang terlibat dalam pernapasan.
VIRUS POLIO Ada tiga tipe virus: tipe 1, 2, dan 3. Tipe 1 adalah yang terganas dan umum terjadi. Tipe 2 tak pernah terdeteksi di seluruh dunia sejak 1999.
SIKLUS HIDUP VIRUS POLIO1Satu virus polio mendekatisebuah sel saraf melalui aliran darah.2 Reseptor-reseptor sel saraf menempel pada virus.3 Capsid (kulit protein) dari virus pecah untuk melepaskan RNA (materi genetik) ke dalam sel.4 RNA polio bergerak menuju sebuah ribosom-stasiun perangkai protein pada sel.5 RNA polio menduduki ribosom dan memaksanya untuk membuat lebih banyak RNA dan capsid polio.6 Capsid dan RNA polio yang baru bergabung untuk membentuk virus polio baru.7 Sel inang membengkak dan meledak, melepaskan ribuan virus polio baru kembali ke aliran darah.
FAKTABanyak jenis sel manusia memiliki reseptor yang cocok dengan virus polio; tak diketahui mengapa virus suka neuron motorik ketimbang sel lain.
Dari 200 virus yang bertemu sel, hanya satu yang sukses masuk dan bereplikasi.
Di kultur jaringan, dalam 6-8 jam, virus berbiak menjadi 10-100 ribu partikel virus per sel.
Sistem kekebalan tubuh melindungi diri dengan memproduksi antibodi yangmelawan protein yang ditutupi virus, mencegah virus berinteraksi dengan sel yang lain.
Orang yang pernah terinfeksi, kebal terhadap infeksi dari tipe virus yang sama.
Polio Impor di Sukabumi (II)Selasa, 10 Mei 2005 12:31 WIB
BILA POLIO MENYERANG OTOT
GEJALAKebanyakan orang yang terinfeksi virus polio memiliki sedikit, jika ada, gejala.Yang lain memiliki gejala jangka pendek, termasuk sakit kepala, kelelahan, demam, kaku leher, dan nyeri otot punggung.Jika sistem saraf telah terserang, dapat terjadi kelumpuhan permanen, biasanya pada tungkai dan pada sedikit kasus melibatkan otot-otot pernapasan, yang membutuhkan saluran pernapasan buatan. Jika tak tertolong, pasien dapat meninggal dunia.
VAKSIN POLIOAda dua jenis vaksin polio, vaksin polio oral yang ditemukan Albert Sabin dan vaksin polio yang dinonaktifkan yang dikembangkan Jonas Salk.Vaksin polio oral: Diberikan ke dalam mulut. Berisi virus polio hidup yang telah dilemahkan.Vaksin polio yang tidak aktif: Pemberiannya dengan cara disuntikkan. Mengandung virus polio yang telah dimatikan.
NEGARA ENDEMIK
Polio masih masalah bagi negara berkembang. Pada 1988, diluncurkan inisiatif global membasmi polio. Sejak saat itu kasus polio menurun 90 persen, dari 350 ribu pada 1988 menjadi 1.919 kasus pada 2002. Jumlah negara endemik pun menurun dari 125 menjadi tujuh. Saat ini, kasus tinggi terjadi di Afghanistan, Mesir, India, Niger, Nigeria, dan Pakistan.
KASUS POLIO LIAR 2005(HINGGA 4 MEI 2005)KASUS GLOBAL: 124
NEGARANigeriaSudanYamanIndiaPakistanIndonesiaEthiopiaKamerunNiger
STATUSEndemikMuncul kembaliImporEndemikEndemikImporImporImporEndemik
KASUS5424221461111 SUMBER: KORAN TEMPO http://www.tempointeraktif.com/hg/grafis/2005/05/10/grf,20050510-01,id.html

Pakar: Polio Sukabumi Diimpor Dari MekahJum'at, 06 Mei 2005 19:34 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Ahli penyakit Polio dari Bio Farma, Lina Soemara mengatakan, sampel virus yang diperoleh dari kasus anak pengidap penyakit polio di Sukabumi berasal dari strain virus yang ditemukan tahun lalu di Mekah, Arab Saudi. "Bukan asli Indonesia, tapi impor," katanya kepada Tempo melalui telepon, Jumat (6/5). Menurut Tenaga Ahli dari Divisi Surveilance dan Evaluasi Produk PT Bio Farma, kepastian virus impor itu diperoleh setelah sampel virus yang diterimanya dikirim ke Global Specialized Laboratory di Mumbay, India. Sampel yang diterima dari penemuan kasus Polio pada 21 April lalu di Sukabumi, setelah diperiksa oleh laboratorium di Mumbay, ternyata memiliki susunan nukleotide atau sequencing yang mirip dengan virus polio yang ditemukan akhir tahun lalu di Mekah, Arab Saudi. "99,2 persen susunannnya sama, hampir mirip," katanya. Menurut Lina, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan virus tersebut untuk mengetahui berapa lama virus impor itu berada di Indonesia. Ia menjelaskan, lamanya virus polio berada di suatu wilayah bisa dilihat dari perubahan susunan nukleotide virus tersebut.Kendati virusnya polio yang ditemukan itu impor, ia menjamin virus yang beredar di Indonesia tetap ampuh untuk mencegah penyebarannya. Sebab, vaksin yang beredar saat ini, tipe OPV Strain Sabbin-nya ampuh untuk mengatasi virus polio liar. Dari sifatnya, kata Lina, virus polio tersebut dapat menular. Virus tersebut tersebar melalui feces atau kotoran manusia yang kemudian termakan melalui mulut. Serangan penyakit polio, tidak hanya kepada balita tapi juga orang dewasa. Namun, untuk orang dewasa virus tersebut tidak mengakibatkan kelumpuhan. Untuk pencegahannya, papar Lina, vaksinasi lengkap sejak dini - mulai dari bayi lahir, dan terus diulang setiap bulan hingga usia bayi mencapai empat bulan - ampuh untuk mencegah serangan penyakit ini. Sementara untuk kasus serangan penyakit polio di Sukabumi, pada 21 April lalu, menurutnya, telah dilakukan imunisasi kepada empat ribu anak yang berada di desa yang terjangkit virus tersebut. Tindakan itu telah dilakukan dalam 72 jam setelah mendapatkepastian virus polio menyerang wilayah itu. Ahmad Fikri

Friday, May 13, 2005

Segenggam Gundah (ode untuk para Ayah)

Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah. "Yah, beras sudah habis loh..." ujar isterinya. Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah, "Ayah..., besok Agus harus bayar uang praktek". "Iya..." jawab sang Ayah. Getir terdengar di telinga saya, apalah lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat. Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya semalam, "besok beliin lengkeng ya" dan saya hanya menjawabnya dengan "Insya Allah" sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu. Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar, "jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya". Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingung dan sedikit berkelakar, "ini, anak siapa minta susunya ke siapa". Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai ke nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika sebaliknya? Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah mereka, mengiringi setiap langkah hingga ke kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejak bulan lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering mengganggu tidur, dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya terlamun. Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya tersenyum, meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat, "Iya, nanti semua Ayah bereskan" meski dadanya bergemuruh kencang dan otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam. Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak perlahan-lahan. Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya berlumuran darah sambil menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya, karena susu yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli. Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan keimanannya, menipu rekan sekantor, mendustai atasan dengan memanipulasi angka-angka, atau berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak-anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu. Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang setia menunggu kepulangan Ayahnya, hingga larut yang ditunggu tak juga kembali. Sementara jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia menunggu itu telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa, menahan sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang geram oleh aksi pencopetan yang dilakukannya. Sekali lagi, ada yang rela menanggung resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan. Sungguh, diantara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengan sebagian Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya, membawanya kembali ke rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam setiap sujud panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya kembali bersama pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari itu, agar tuntas satu persatu gundah yang masih ia genggam. Ayah yang ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat gundah-gundah yang tak pernah usai. Para Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus menciptakan gundah baru bagi keluarganya. Karena ia takkan menuntaskan gundahnya dengan tali gantungan, atau dengan tangan berlumur darah, atau berakhir di balik jeruji pengap, atau bahkan membiarkan seseorang tak dikenal membawa kabar buruk tentang dirinya yang hangus dibakar massa setelah tertangkap basah mencopet. Dan saya, sebagai Ayah, akan tetap menggenggam gundah saya dengan senyum. Saya yakin, Allah suka terhadap orang-orang yang tersenyum
dan ringan melangkah di balik semua keluh dan gundahnya. Semoga.( Bayu Gautama )

Wednesday, May 04, 2005

Sesuatu yang aku khawatiri dg Kontrakan

Sudah 5tahun aku menempati Ruko yang sekarang aku gunakan . Tepatnya pada bulan April dan untuk yg ke lima kalinya juga saat itu akan membayar kontrakan untuk bulan berikutnya , seperti biasa hal ini aku lakukan untuk memperpanjang umur kontrakan toko ku .

Namun suasana saat pembayaran kali ini lain.....
sewaktu akan membayarkan kontrakan untuk tahun depan yg jumlahnya kali ini pun naik sebelumnya 5Jt setengah sekarang menjadi 6jt setengah naik 1jt....tapi Alhamdulillah uang tersebut ada , belum lagi aku ingin menyampaikan maksudku untuk merenovasi ruangan toko ku dengan penambahan Rolling Door dan perluasan ruangan antara ruangan depan dengan ruangan belakang dengan menghilangkan dinding tengah , aku sudah diminta untuk mencari kontrakan baru dengan jangka waktu 6bulan kedepan , kontan aja aku dan istriku kaget en nggak tahu harus bicara apa waktu itu , dengan alasan akan direnovasi kondisi atap dan internitenya kalau tidak dikosongkan sukar untuk direnovasi katanya , tetapi setelah menenangkan diriku aku mulai menawar-nawar untuk perpanjangan kontrakan satu tahun lagi sebelum aku mendapatkan kontrakan lagi .Allhamdulillah akhirnya diterima juga walaupun kemungkinan besar tahun depan aku akan pindah dari kontrakan itu.

Tetapi walaupun begitu sebelumnya aku sudah merasakan ada hal yang tidak enak yang akan aku dapatkan sebelum aku hendak membayarkan kontakan ku hari itu , pasalnya ketika sebelumnya cucu tiri dari yg punya kontrakan itu berkunjung dengan niat ingin menerima ( pendamping dari yg punya kontrakan ) untuk merima uang kontrakan ku . Seperti biasa cucu-cucunya itu sering melakukan hal itu bila akan ada yg bayar kontrakan . en setelah itu ada hal-hal yg tidak mengenakan .

Yah ..beginilah kalau toko masih ngontrak kapan pun bisa dipindahkan dengan alasan yg masuka akal ataupun tidak.

Semoga hal ini ada hikmahnya dikemudian hari kelak , Amin

Bekasi , 22 April 2005
TB.Rabbani Collection
Jln.Jendral Sudirman No.25 Kranji Bekasi Barat.